Barang pecah belah mengacu pada barang yang mudah pecah atau rusak selama proses pengangkutan, penanganan atau penyimpanan. Ini sering digunakan dengan bahan yang rapuh atau sensitif untuk menahan tekanan atau benturan, seperti kaca, porselen, keramik, atau bahan lain yang mudah retak atau pecah.-cepat rusak. Keamanan dan kehati-hatian saat menangani dan mengemas produk rapuh merupakan hal terpenting untuk memastikan produk tidak sampai dengan selamat di tempat tujuan.
Penting untuk menggunakan kemasan yang kuat dan tahan benturan saat mengemas barang-barang yang mudah pecah. Pengemasan yang tepat melindungi barang-barang ini dari kerusakan akibat benturan, gesekan, atau tekanan selama pengangkutan. Selain itu, perhatian khusus juga harus diberikan pada penataan barang-barang di dalam tas atau kemasan untuk menghindari kontak langsung antar barang yang dapat rusak.
Dalam hal ekspor, kepatuhan terhadap standar dan peraturan pengemasan internasional penting untuk memastikan barang pecah belah sampai dengan selamat di tujuan akhir, sehingga memenuhi kepuasan dan melindungi reputasi perusahaan pengirim atau produsen.
Mengirim barang pecah belah lewat ekspedisi bukanlah hal yang sulit. Namun, untuk keamanan barang, packing yang tepat juga harus diperhatikan agar barang tersebut tidak rusak selama perjalanan.
Untuk barang yang biasa dikirim ke luar negeri, biasanya berupa peralatan makan, hiasan dinding, atau barang semi antik yang biasa dipajang di ruang tamu seperti vas, dan semacamnya.

Pengepakan Barang Pecah Belah Untuk Diekspor
Pengemasan produk pecah belah untuk ekspor merupakan proses yang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan produk sampai tujuan akhir dengan selamat. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda ikuti untuk mengemas barang pecah belah untuk diekspor:
- Pilih packing yang kuat dan aman: Gunakan kemasan yang kuat dan tahan benturan, seperti kardus yang tebal, bubble wrap, polistiren, atau wadah penyimpanan khusus yang dirancang untuk barang mudah pecah.
- Lapisan pelindung pertama: Tutupi alas karton dengan bubble wrap atau pelindung serupa. Pastikan lapisan ini menutupi permukaan bagian dalam karton.
- Isi barang dengan material pelindung: Isi ruang kosong di sekitar benda dengan bahan pelindung lainnya, seperti kertas lipat atau kantong gelembung udara. Ini akan membantu mencegah gesekan antar benda dan memberikan perlindungan tambahan.
- Kemas Barang dengan Aman: Tempatkan barang pecah belah di tengah kotak dan pastikan untuk memisahkan setiap barang dengan bubble wrap atau kain lembut. Pastikan benda-benda tersebut tidak saling bersentuhan.
- Lapisan Pelindung Tambahan: Tutupi semua barang dengan lapisan lain seperti bubble wrap. Pastikan semua bagian barang diamankan dengan benar.
- Kemas dan atur dengan benar: Jika barang Anda banyak, susunlah dengan rapi di dalam kotak karton, dengan barang terbesar atau terberat di bagian bawah dan barang terkecil di atas.
- Tutup dan beri label dengan benar: Pastikan karton tertutup rapat dan diberi label “Fragile” dengan benar. Tambahkan instruksi penanganan khusus jika perlu.
- Dokumentasikan dengan MSDS: Sertakan lembar data keselamatan material (MSDS) atau lembar data keselamatan (SDS) yang sesuai untuk setiap bahan kimia atau zat berbahaya yang disertakan dalam pengiriman.
- Dokumen pengiriman lengkap: Menyiapkan dan melengkapi dokumen pengiriman yang diperlukan sesuai peraturan ekspor Indonesia dan negara tujuan.
Penting untuk melakukan pengujian dan simulasi untuk memastikan keamanan kemasan selama pengangkutan. Jangan ragu untuk bekerja sama dengan ahli logistik atau ahli pengemasan non-destruktif untuk memastikan keselamatan dan keamanan kiriman Anda.
Untuk konsultasi mengenai pengiriman luar negeri, atau mengetahui harga kirim barang ke luar negeri, anda bisa chat CS kami lewat Whatsapp DI SINI.

